Rencana Kenaikan BBM Pengaruhi Harga Kebutuhan Pokok

Rencana Harga BBM bersubsidi  baru akan direalisasikan minggu ketiga bulan Juni, Namun harga kebutuhan pokok sudah mulai melambung

Rencana Harga BBM bersubsidi baru akan direalisasikan minggu ketiga bulan Juni, Namun harga kebutuhan pokok sudah mulai melambung

KAMPUNG SERPONG – Pemerintah kabarnya akan merealisasikan rencana kenaikan harga bbm bersubsidi pada bulan juni ini. Harga bbm bersubsidi jenis premium direncanakan akan naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500. Meskipun masih belum dapat dipastikan kabar tersebut, namun harga-harga kebutuhan pokok di kawasan Serpong telah mengalami kenaikan. Para spekulan diperkirakan bermain mencari keuntungan.

Kenaikan harga kebutuhan pokok ini tentu berimbas pada sektor Usaha Kecil Menengah di daerah BSD. Pemilik Griya Arum-Ayu, Ambarwati Esti Pertiwi mengungkapkan, usahanya yang bergerak di bidang produksi makanan dari bahan umbi-umbian saat ini sudah mulai merasakan kenaikan harga bahan baku.

“Mayoritas bahan baku kami datangkan dari luar daerah. Saat ini saja sudah terjadi kenaikan harga bahan baku umbi-umbian sekitar 10 persen. Setelah ada keputusan pasti mengenai kenaikan harga BBM, saya kira lonjakan harga bahan baku paling tidak sebesar 20 persen,” kata Ambarwati.

Untuk mengatasi masalah kenaikan harga kebutuhan pokok, Ambrawati akan menyesuaikan harga jual agar kualitas produknya dapat dipertahankan. Ambrawati berharap pemerintah

Berbeda dengan Ambrawati yang optimis bahwa perkembangan bisnisnya tidak akan terhambat oleh kenaikan BBM, Ade, Pemilik Restoran di Kawasan BSD mengungkapkan, kenaikan harga BBM akan membuat pebisnis kuliner terpukul. Ade khawatir  jika BBM benar-benar naik, bahan kebutuhan pokok dapat melonjak hingga lebih dari 30 persen.

“Kenaikannya sekitar 15 persen. Sejak pemerintah mengumumkan akan menaikan harga BBM, alokasi dana untuk penyediaan bahan baku di restoran kami mengalami kenaikan sekitar 35 persen. Bagi pengusaha kuliner ini dilematis. Kenaikan harga produksi semestinya diikuti dengan penyesuaian harga jual. Tapi jika harga jual dinaikan, akan berdampak pada daya beli masyarakat. Bisa-bisa ditinggalkan pelanggan. Jadi pengusaha kuliner harus benar-benar memutar otak menyiasati persoalan ini,”  jelas Ade.

Ade  juga mengatakan bahwa kenaikan harga BBM seharusnya tidak diiringi dengan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan pajak restoran. Hal ini tentu akan semakin memberatkan beban pengusaha kuliner dan tidak menutup kemungkinan akan banyak pengusaha kuliner yang akan gulung tikar.

Kabar kenaikan harga BBM telah berhembus sejak lama. Hal ini dikarenakan kuota subsidi BBM telah melampaui batas yang ditetapkan, yakni mencapai 48 juta  kilo liter dari sebelumnya 46 juta kilo liter.  Pemerintah mengakui beban fiskal APBN 2013 sudah terlampau berat menanggung kenaikkan jumlah bbm bersubsidi .

Rencana kenaikkan harga BBM ini juga bertujuan untuk menjaga defisit anggaran agar tidak melampaui tiga persen, sebagaimana batasan dalam undang-undang APBN.pemerintah masih akan menunggu proses persetujuan Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan 2013 dari DPR.

Penulis dan Editor   :  Anita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s